Selasa, 09 Juli 2013

PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA WARUNG SARI WISATA




PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA WARUNG SARI WISATA









Oleh :

I PUTU PRATYA PERMANA
1105315069




PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2012
 



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia yang berjudul Pengembangan MSDM Pada Warung Sari Wisata Belimbing tepat pada waktunya.
            Penulis menyadari bahwa tugas-tugas  ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan arahan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya dalam penyelesaian tugas yang diberikan. tugas ini masih jauh dari sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan saran dan petunjuk yang mengarah pada penyempurnaan dari berbagai tugas ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan tulisan ini.


Denpasar,      Desember 2012

Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..    ii
BAB I  PENDAHULUAN
Latar Belakang……………………………………………………….………               1
Rumusan Masalah……………………………………………………….……              2
Tujuan ……………………………………………………….………………..              2
Manfaat ……………………………………………………….……………..               2
Ruang Lingkup ……………………………………………………….………              3
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA
2.1.                    Manajemen Sumber Daya Manusia …..……………….…………..              4
2.2.                    Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia………………………                 5
2.3.                    Penilaian Prestasi Kerja …………………………………………                  6

BAB III  METODOLOGI PENELITIAN
3.1.                    Lokasi  dan Waktu Penelitian....……………………………………             11
3.2.                    Jenis dan Sumber Data….…………………………………………..                        11
3.3.                    Metode Pengumpulan Data……………………………………….               12

BAB IV  PEMBAHASAN

4.1.                     Gambaran Umum Perusahaan….………………………………..                  13
4.2.                     Pengadaan Tenaga Kerja di Warung Sari Wisata...........................                13
4.3.                     Pengembangan tenaga kerja di Warung Sari Wisata…………….                 14
4.4.                     Pemeliharaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata………………                 15
BAB V  KESIMPULAN

5.1.                     Simpulan............................................................................................             16
5.2.                     Saran .................................................................................................             16

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................             17



BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Perkembangan dunia semakin lama mengalami kemajuan yang pesat. Kemajuan di berbagai bidang termasuk teknologi telah menjadi sesuatu yang tidak dapat ditolak. Pergantian teknologi dari yang lama menjadi yang baru, menuntut adanya pembelajaran agar dapat mengusainya. Perkembangan usaha dalam dunia bisnis, akan sangat terbantu dengan adanya kemajuan teknologi. Perusahaan sebagai salah satu pelaku bisnis harus mampu menghadapi perubahan dan perkembangan yang ada. Perubahan dalam bidang teknologi maupun sosial akan memberikan dampak yang buruk apabila tidak ditanggapi dengan tepat. Ketidaksiapan dalam menanggapi terjadinya perkembangan teknologi yang semakin pesat, akan menjadi penghalang utama dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang cepat, sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi kekuatan bagi perusahaan untuk bertahan hidup
Kemudahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi juga menyebabkan banyak pesaing-pesaing baru masuk dalam bisnis yang telah dijalani. Kemudahan pesaing-pesaing baru untuk masuk dalam dunia bisnis, mengakibatkan adanya persaingan yang semakin ketat. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, peran sumber daya manusia yang berkualitas akan sangat membantu pencapaian tujuan perusahaan. Dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, perusahaan akan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjaga kelangsungan hidup usaha.
Pengembangan SDM merupakan cara organisasi agar dapat mempertahankan eksistensi kerja semua komponen organisasi. Sebuah organisasi harus mampu mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia yang dimilikinya agar pencapaian sasaran dapat terlaksana, namun hal tersebut tidaklah sederhana perlu pemahaman yang baik tentang organisasi, perlu ada strategi pengembangan yang matang agar SDM yang dimiliki sebuah organisasi terpakai sesuai kebutuhan.
Dari latar belakang  pemikiran di atas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang pengembangan manajemen sumberdaya manusia, dari penelitian tersebut penulis berniat untuk menulis sebuah paper yang berjudul “Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Warung Sari Wisata Belimbing”.

1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil beberapa perumusan masalah dalam penelitian  sebagai berikut :
1.      Bagaimana gambaran umum Warung Sari Wisata Belimbing?
2.      Bagaimana proses pengadaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata?
3.      Bagaimana pengembangan tenaga kerja di Warung Sari Wisata?
4.      Bagaimana pemeliharaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata?

1.3       Tujuan Penelitian
1.         Untuk mengetahui proses pengadaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata
2.         Untuk mengetahui pengembangan tenaga kerja di Warung Sari Wisata
3.         Untuk mengetahui pemeliharaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata

1.4              Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak, yaitu :
1.      Umum
Pihak-pihak lain yang terkait dalam permasalahan pengembangan manajemen sumberdaya manusia, pengembangan ini dapat dimanfaatkan sebagai informasi tambahan.
2.      Perusahaan
Menambah masukan bagi perusahaan yang terkait dengan bidang SDM khususnya masalah pengembangan manajemen sumberdaya manusia, hal tersebut sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan

3.       Pegawai
Melalui penelitian ini maka karyawan diharapkan memberikan konstribusi yang berharga bagi penyempurnaan pelaksanaan pengembangan manajemen sumberdaya manusia, yang pada akhirnya dapat menguntungkan karyawan.
4.      Penulis
Penulis mampu memahami lebih dalam mengenai perencanaan Manajemen Sumber Daya Manusia suatu perusahaan. Selain itu penelitian ini juga dapat menambah wawasan dan pengalaman yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

1.5              Ruang Lingkup

Ruang Lingkup dari paper ini adalah perencanaan Manajemen Sumber Daya Manusia pada Warung Sari Wisata Desa Belimbing.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Manajemen Sumber Daya Manusia
Manusia merupakan elemen terpenting dalam mengelola dan menggerakkan faktor-faktor produksi seperti modal, bahan mentah, peralatan, dan lain-lain untuk mencapai tujuan perusahaan. Bila suatu perusahaan mengalami perkembanagan maka makin sulit pula perencanaan dan pengendalian pegawainya, hal ini terjadi karena makin kompleksnya permasalahan yang muncul menyertai setiap kemajuan. Dalam situasi yang seperti ini maka perusahaan wajib memiliki manajer personalia yang handal untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kegawaian. Jika suatu perusahaan mampu mengatasi masalah-masalah tentang karyawan maka keharmonisan semua komponen perusahaan akan terbangun, hal ini tentusaja akan membawa dampak positif dalam hal produktifitas.
Mangkuprawira (2004:166) mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan penerapan pendekatan SDM dimana secara bersama-sama terdapat dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu (1) tujuan untuk perusahaan dan (2) untuk pegawai, keduanya adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Manusia tidak boleh diperlakukan hanya sebagai faktor produksi melainkan harus diperlakukan dengan emosi dan perasaan.
Berikut ini beberapa pengertian manajemen SDM menurut beberapa pakar yang telah terpublikasi:
Alex Nitisemito (1996:10) mengartikan SDM sebagai suatu ilmu dan seni untuk melaksanakan planning, organizing, actuating, dan controlling, sehingga efektifitas dan efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dalam pencapaian tujuan.
Menurut Gary Dessler (2003:2) mengatakan bahwa manajemen SDM adalah kebijakan dan cara-cara yang dipraktekan dan berhubungan dengan pemberdayaan manusia atau aspek-aspek SDM dari sebuah posisi manajemen termasuk perekrutan, seleksi, pelatihan, penghargaan dan penilaian.
Wayne Mondy (2008:4) menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatn sejumlah individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
2.2  Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Dalam menjalankan pekerjaan seharusnya organisasi memperhatikan fungsi-fungsi manajemen dan fungsi operasional seperti yang dikemukakan oleh Flippo Edwin B. (Flippo, 1996:5-7). Menurutnya,  fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia ada dua, yakni:
1.      Fungsi manajemen
Fungsi ini terdiri dari:
a.       Perencanaan (Planning)
Perencanaan mempunyai arti penentuan mengenai program tenaga kerja yang akan mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
b.      Pengorganisasian (Organizing)
Organisasi dibentuk dengan merancang struktur hubungan yang mengaitkan antara pekerjaan, karyawan, dan faktor-faktor fisik sehingga dapat terjalin kerjasama satu dengan yang lainnya.
c.       Pengarahan (Directing)
Pengarahan terdiri dari fungsi staffing dan leading. Fungsi staffing adalah menempatkan orang-orang dalam struktur organisasi, sedangkan fungsi leading dilakukan pengarahan sdm agar karyawan bekerja sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
d.      Pengawasan (Controlling)
Adanya fungsi manajerial yang mengatur aktifitas-aktifitas agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan organisasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, bila terjadi penyimpangan dapat diketahui dan segera dilakukan perbaikan.
2.      Fungsi Operasional
Fungsi ini terdiri dari:
a)      Pengadaan (Procurement)
Usaha untuk memperoleh sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja, penarikan, seleksi, orientasi dan penempatan.
b)     Pengembangan (Development)
Usaha untuk meningkatkan keahlian karyawan melalui program pendidikan dan latihan yang tepat agar karyawan atau pegawai dapat melakukan tugasnya dengan baik. Aktivitas ini penting dan akan terus berkembang karena adanya perubahan teknologi, penyesuaian dan meningkatnya kesulitan tugas manajer.
c)      Kompensasi (Compensation)
Fungsi kompensasi diartikan sebagai usaha untuk memberikan balas jasa atau imbalan yang memadai kepada pegawai sesuai dengan kontribusi yang telah disumbangkan kepada perusahaan atau organisasi.
d)     Integrasi (Integration)
Merupakan usaha untuk menyelaraskan kepentingan individu, organisasi, perusahaan, maupun masyarakat. Oleh sebab itu harus dipahami sikap prinsip-prinsip pegawai.
e)      Pemeliharaan (Maintenance)
Setelah keempat fungsi dijalankan dengan baik, maka diharapkan organisasi atau perusahaan mendapat pegawai yang baik. Maka fungsi pemeliharaan adalah dengan memelihara sikap-sikap pegawai yang menguntungkan perusahaan.
f)       Pemutusan Hubungan Kerja (Separation)
Usaha terakhir dari fungsi operasional ini adalah tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan pegawainya ke lingkungan masyarakat dalam keadaan sebaik mungkin, bila organisasi atau perusahaan mengadakan pemutusan hubungan kerja.
2.3  Penilaian Prestasi Kerja
Suatu instansi atau perusahaan tentunya memiliki tujuan, tujuan inilah yang membuat instansi atau perusahaan tersebut ada namun terkadang muncul kendala yang membuat tujuan tersebut tidak tercapai. Untuk mencegahnya maka perusahaan harus mendorong karyawan untuk mencapai kinerja dan prestasi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Menurut Hasibuan (2003:105), prestasi kerja adalah suatu hasil kerja  yang dicapai seseorang dalam melakukan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan pada kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta ketepatan waktu. Prestasi kerja dipengaruhi oleh tiga faktor yakni kemampuan dan minat seorang pekerja, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas dan peran, serta tingkat motivasi seorang pekerja.
Mangkuprawira (2004), mendefenisikan penilaian prestasi kerja sebagai proses yang dilakukan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja pekerjaan seseorang. Dari hasil pembahasan di atas, maka pelaksanaan penilaian prestasi kerja di dalam suatu organisasi sangatlah penting. Dengan penilaian prestasi pihak perusahaan dapat mengambil tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan karyawannya, sesuai dengan potensi dan keterampilan dari karyawan tersebut.
Dari beberapa pengertian penilaian prestasi kerja diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa penilaian prestasi kerja membuat karyawan mengetahui tentang hasil kerja dan tingkat produktifitasnya hal tersebut berguna sebagai bahan pertimbangan yang paling baik dalam menentukan pengambilan keputusan dalam hal promosi jabatan. Selain itu pelaksanaan penilaian prestasi kerja sangat penting dilakukan untuk membantu pihak manajemen di dalam mengambil keputusan mengenai pemberian bonus, kenaikan upah, pemindahan maupun pemutusan hubungan kerja karyawan. Adapun beberapa indikator penilaian prestasi keja menurut Malayu S.P Hasibuan (2003:95) :
a.       Kesetiaan
Kesetiaan dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela organisasi di dalam maupun dilura pekerjaannya.
b.      Kejujuran
Penilai menilai kejujuran dalam melaksanakan tugas-tugasnya memenuhi perjanjian baik bagi dirinya sendiri maupun terhadap orang lain seperti kepada para bawahannya.
c.       Kedisiplinan
Penilai menilai disiplin karyawan dalam mematuhi peraturan-peraturan yang ada mengajukan pekerjaannya sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadanya.
d.      Kreativitas
Kemampuan karyawan dan mengembangkan kreativitas untuk menyelesaikan pekerjaannya, sehingga bekerja lebih berdaya guna.
e.       Kerja Sama
Kesediaan karyawan berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lain, sehingga hasil pekerjaan akan lebih baik.
f.       Kepemimpinan
Kemampuan untuk memimpin, mempengaruhi, mempunyai pribasi yang kuat, dihormati, beribawa dan dapat memotivasi orang lain atau bawahannya untuk bekerja secara efektif.
g.      Kepribadian
Sikap, perilaku, kesopanan, disukai, memberikan kesan yang menyenangkan, memperhatikan sikap yang baik dan penampilan simpatik serta wajar dari karyawan tersebut.
h.      Prakarsa
Kemampuan berfikir yang rasional dan berdasarkan inisiatif sendiri untuk menganalisa, menilai, menciptakan, memberikan alas an, mendapat kesimpulan dan membuat keputusan. Penyelesaian masalah yang dihadapinya.
i.        Kecakapan
Kecakapan karyawan dalam menyatakan dan menjelaskan semua yang terlibat di dalam penyusunan kebijakan perusahaan.
j.        Tanggung Jawab
Kejadian karyawan dalam mempertanggungjawabkan kebijaksanaannya, pekerjaan dan hasil kerjanya, sarana dan prasarana yang digunakannya perilaku serta hasil kerja dari bawahannya.
2.4.1. Tujuan dan Manfaat Penilaian Prestasi Kerja
Adapun tujuan dan manfaat dari penilaian prestasi kerja (Mangkuprawira 2004) adalah sebagai berikut :
1.      Perbaikan kinerja.
Umpan balik pelaksanaan kerja bermanfaat bagi karyawan, manajer dan Departemen personalia dalam bentuk kegiatan yang tepat untuk memperbaiki kinerja.
2.      Penyesuaian kompensasi.
Penilaian prestasi kerja membantu para pengambil keputusan dalam menentukan kenaikan upah, pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya.
3.      Keputusan penempatan.
Promosi, transfer, dan penurunan jabatan  biasanya didasarkan pada prestasi kerja masa lalu atau antisipasinya. Promosi sering merupakan bentuk penghargaan terhadap prestasi kerja masa lalu.
4.      Kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
Prestasi yang buruk mungkin menunjukkan kebutuhan latihan.  Demikian juga, setiap karyawan hendaknya selalu mampu mengembangkan diri.

5.      Perencanaan dan pengembangan karir.
Umpan balik kinerja membantu proses pengambilan keputusan tentang karirspesifik karyawan.
6.      Penyimpangan-penyimpangan proses staffing.
Prestasi kerja yang baik atau buruk mencerminkan kekuatan atau kelemahan
prosedur staffing departemen personalia.
7.      Ketidak-akuratan informasional.
Suatu prestasi kerja yang buruk dapat mengindikasikan kesalahan dalam informasi analisis pekerjaan, rencana  SDM, atau hal lain dalam sistem manajemen personal.
8.      Kesalahan rancangan pekerjaan.
Prestasi kerja yang buruk merupakan suatu gejala dari rancangan pekerjaan yang keliru.
9.      Kesempatan kerja yang sama.
Penilaian prestasi kerja secara akurat akan menjamin keputusan-keputusan penempatan internal diambil tanpa adanya perbedaan.
10.  Tantangan-tantangan eksternal.
Terkadang penilaian prestasi kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar lingkungan kerja, seperti keluarga, kesehatan, kondisi keuangan atau masalah-masalah yang berhubungan dengan pribadi lainnya.  Dengan penilaian prestasi departemen personalia dapat menawarkan bantuan.
11.   Umpan balik pada SDM.
Kinerja yang baik dan buruk diseluruh organisasi mengindikasikan bagaimana baiknya fungsi departemen SDM yang diterapkan.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1.      Lokasi  dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Kabupaten Tabanan.

3.2.      Jenis dan Sumber Data
3.2.1      Jenis Data
Agar penelitian mendapatkan hasil yang maksimal maka jenis data yang digunakan adalah:
1.      Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk informasi baik lisan maupun tulisan. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan kepustakaan.
2.      Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka- angka yang dapat dihitung. Data ini diperoleh dari kuesioner yang akan dibagikan dan berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.2.2     Sumber Data
Berdasarkan sumbernya, data yang dikumpulkan penulis dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
1.      Data Primer
Data diperoleh secara langsung dari instansi yang diteliti, melalui pengamatan dan pembagian kuisioner. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif  berupa data mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pengaruh penilaian prestasi kerja terhadap promosi jabatan karyawan.
2.      Data Sekunder
Data yang dikumpulkan oleh penulis dari dokumen-dokumen yang ada di instansi tersebut, dari hasil penelitian kepustakaan, dan dari instansi lainnya yang terkait. Data ini berupa gambaran umum perusahaan, misalnya sejarah berdirinya, struktur organisasi, uraian tugas dan tanggung jawab.

3.3      Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan cara:
3.3.1   Library Research, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca literatur atau pustaka yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
3.3.2   Field Research, ialah cara pengumpulan data yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Adapun metode dalam Field Research ini antara lain:
a.    Obeservasi, yaitu pengamatan langsung terhadap objek ke lokasi penelitian.
b.    Wawancara, ialah proses pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab kepada para responden secara langsung.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.       Gambaran Umum Perusahaan
Perusahaan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah Warung Sari Wisata. Berikut adalah gambaran umum perusahaan :
Nama Perusahaan     :  Warung Sari Wisata
Alamat Usaha          :  Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Kabupaten Tabanan.
Nama Pemilik           : I Wayan Sukedana
Jenis Usaha               : Penyedia Jasa
Jumlah TKL             : 5 orang (Tutors)

          Sari Wisata merupakan usaha bisnis yang bergerak di bidang pariwisata. Usaha ini berawal dari warung biasa yang hanya menjual minuman dan makanan ringan, namun makin lama karena perbaikan dan penataan tempat usaha yang lebih baik, manjadikan tempat ini lebih indah dan menjadi tempat nongkrong bagi para remaja daerah sekitar. Sejak ditetapkannya Belimbing menjadi desa wisata sejak tanggal 20 November  2010, tempat ini mulai banyak didatangi wisatawan asing yang hanya sekedar beristirahat sambil melihat keindahan pemandangan sawah dan Gunung Batukaru. Sejak saat itu pemilik mulai menata tempat usahanya ini menjadi lebih baik lagi dan menambah berbagai keperluan yang dapat menunjang usahanya ini, seperti adanya tempat makan/restaurant, penambahan menu baru, penjualan hasil pertanian masyarakat sekitar,  serta penyediaan tenaga kerja yang sesuai untuk pengembangan usahanya di bidang penyediaan jasa akomodasi berupa rest area di Desa Belimbing.

4.2                    Pengadaan Tenaga Kerja di Warung Sari Wisata
Adapun pengadaan tenaga kerja yang dilakukan oleh pemilik warung Sari Wisata dalam hal perekrutan tenaga kerja adalah :
a.          Perencanaan SDM : oleh karena Belimbing ditetapkan menjadi Desa Wisata, dan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke desa Belimbing baik lokal maupun mancanegara, maka pemilik Warung Sari Wisata merencanakan akan merekrut tenaga kerja yang berkualitas dan berkompeten di bidang pariwisata agar usahanya ini tetap berjalan lancar, bahkan dapat berkembang lebih besar lagi. Misalnya merekrut tenaga kerja yang memiliki kemampuan dalam hal bahasa asing, memiliki kemampuan mengolah makanan khas Bali dan khususnya makanan khas desa Belimbing, dan kemampuan lainnya yang menunjang usaha wisata tersebut.
b.         Penarikan atau perekrutan calon tenaga kerja dan seleksi : untuk saat ini perekrutan calon tenaga kerja usaha Sari Wisata ini masih mengutamakan keluarga, orang dekat atau orang lokal Belimbing terlebih dahulu, karena mereka memiliki prinsip untuk memberdayakan orang lokal terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di desa Belimbing. Namun walaupun mengutamakan orang lokal, perekrutan tenaga kerja tidak sembarangan. Akan dipilih orang-orang yang memiliki keterampilan, minimal SMA atau sederajat dan mau berkomitmen untuk memajukan usahanya dan memajukan desa Belimbing pada umumnya.
c.          Penempatan : dalam hal penempatan tenaga kerja, pemilik Warung Sari Wisata menempatkan orang yang memiliki keterampilan di bidangnya, seperti dipilih orang yang bisa memasak yang akan ditempatkan di dapur, dan orang yang bisa berbahasa asing sebagai waitress.
d.         Pembekalan : memberikan arahan kepada karyawannya untuk terus menunjukan sifat ramah kepada tamu, mengingat tamu adalah raja, memberikan pelayanan terbaik agar nantinya lebih banya lagi wisatawan yang berkunjung karena mendapatkan pelayanan yang memuaskan.

4.3                 Pengembangan tenaga kerja di Warung Sari Wisata
Adapun pengembangan tenaga kerja yang dilakukan  oleh pemilik Warung Sari Wisata diantaranya adalah :
Pengembangan  tenaga kerja bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki agar  tidak ketinggalan oleh perkembangan organisasi dan iptek.  Pelatihan dan pengembangan karyawan di Warung Sari Wisata adalah mengikuti kursus bahasa asing bagi karyawannya yang kurang memiliki keterampilan bahasa terutama bahasa inggris. Selain itu mengikutsertakan karyawannya dalam pelatihan bahasa asing yang diadakan oleh Desa Belimbing di balai desa. Maupun pelatihan secara otodidak. Untuk juru/koki masak akan dilatih langsung oleh pemiliknya bila ada masakan dalam menu yang belum bisa oleh tukang masak, maka akan dilatih sedikit demi sedikit.

4.4                    Pemeliharaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata Belimbing
Adapun pemeliharaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Warung Sari Wisata Belimbing diantaranya adalah :
a.          Kompensasi jabatan : berupa usaha balas jasa, karyawan akan diberikan gaji perbulan atas kerja yang telah dilakukan. Biasanya juga diberikan bonus beberapa kali dalam setahun jika pendapatan usahanya lebih banyak. Kompensasi atas kerja yang diberikan pada setiap karyawannya adalah sama, karena meskipun berbeda pekerjaannya mereka dapat saling mengisi jika salah satu pekerjaan sangat banyak, jadi bisa saling melengkapi dan mebantu satu sama lain sehingga tidak ada kecemburuan antar karyawan, dan karyawan merasa betah dan semangat untuk bekerja.
b.         Pemutusan hubungan kerja (PHK) : dilakukan kalau tenaga kerja sudah tidak mampu lagi melakukan pekerjaannya. Atau tenaga kerja terja tersebut melakukan perkerjaan di tempat lain




BAB V
KESIMPULAN
4.1      Kesimpulan

4.1.1        Pengadaan Tenaga Kerja di Warung Sari Wisata Belimbing mulai dari perencanaan SDM , penarikan atau perekrutan calon tenaga kerja dan seleksi, dan penempatan tenaga kerja.
4.1.2        Pengembangan tenaga kerja di Warung Sari Wisata Belimbing bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki agar  tidak ketinggalan oleh perkembangan organisasi dan iptek.
4.1.3        Pemeliharaan tenaga kerja di Warung Sari Wisata Belimbing mulai dari kompensasi jabatan, dan bila karyawan sudah tidak mampu lagi melanjutkan tugasnya maka akan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

3.2    Saran

3.2.1         Agar lebih mengembangkan usahanya lagi guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan menarik wisatawan/pengunjung lebih banyak lagi.
3.2.2        Dalam perekrutan tenaga kerja hendaknya lebih mengutamakan kemampuan dan kualitas kerja agar nantinya dapat melakukan tugas dengan baik.
3.2.3        Menambah sarana dan fasilitas yang menunjang usahanya agar pengunjung lebih tertarik lagi datang ke Warung Sari Wisata.






DAFTAR PUSTAKA

Sumber :
Anonym.2010. “Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Terhadap Promosi Jabatan Pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional IV Makassar”.diakses tanggal 10 januari 2013.
Nadilla,Rizky.2010.Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Karyawan Pada Pt Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang. Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Dan Perumahan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis.halaman 1.